Pada tanggal 3 Juli 2018, merupakan momen paling berharga bagi perpustakaan PPNS. Karena pada tanggal tersebut untuk pertama kalinya perpustakaan PPNS memiliki kegiatan konkret untuk mengedukasi para pengunjung, dan tak lupa kegiatan ini dijadikan sebagai bentuk promosi perpustakaan PPNS. Kegiatannya yakni bedah buku dengan judul “Untukmu Wahai Pejuang Ilmu ; dan sharing beasiswa LPDP”.

Banner Diskusi Bedah Buku “Untukmu Wahai Pejuang Ilmu” oleh Arum Faiza

Kegiatan bedah buku “Untukmu Wahai Pejuang Ilmu ; dan sharing beasiswa LPDP” dibawakan oleh Arum Faiza, yang tak lain merupakan alumnus dari kampus PPNS itu sendiri, tepatnya dari program studi K3. Arum Faiza merupakan mahasiswa terbaik diangkatannya, dan telah membuat berbagai macam prestasi yang cukup mentereng dan membanggakan.

Buku “Untukmu Wahai Pejuang Ilmu” merupakan salah satu dari ke 20 buku yang pernah ditulis oleh Arum Faiza. Dalam buku ini berkisah tentang segala perjuangan yang dilakukan oleh Arum Faiza untuk meraih mimpinya melanjutkan studi di luar negeri dengan segala keterbatasan yang dimiliki, Dia berkeyakinan bahwa tidak ada mimpi yang tidak mungkin dapat diraih bila dilakukan dengan kerja keras, alhasil dia pun mendapatkan double degree ke Perancis pada saat duduk di semester 7 dan 8, dan tak hanya itu kini dia melanjutkan S2 nya di Perancis hanya dengan bermodalkan beasiswa.

Acara bedah buku “Untukmu Wahai Pejuang Ilmu” yang dilakukan di gedung perpustakaan PPNS tepatnya di lantai 3 ini dibuka tak hanya terbatas untuk para mahasiswa atau dosen dan pegawai di lingkup kampus PPNS, melainkan untuk umum. Dan lebih spesialnya lagi, kegiatan ini tidak dipungut biaya sepersen pun pada para peserta, alias free. Kegiatan acara diskusi bedah buku pun berjalan dengan baik, dan kondusif.

Para peserta dan pemateri pun saling beradu kontak dengan serius tapi menghibur saat sesi tanya jawab berlangsung. Hal yang sering ditanyakan oleh beberapa peserta tentunya adalah tentang tips dan trik untuk mendapatkan beasiswa LPDP guna melanjutkan studi di luar negeri. Arum Faiza (pemateri) menyebutkan bahwasanya kita harus memiliki kelima kunci wajib yang selalu diyakini agar cita-cita kita dapat tercapai, antara lain :

niat, restu orang tua, genggam erat motivasi, do the best, dan berdo’a.

Karena dari kelima kunci tersebut yang saling berhubungan satu sama lain akan dipastikan apapun cita-cita kita pasti akan mudah diraih dan diberi kelancaran dalam meraihnya.

 

dibuang sayang,

Diskusi Bedah Buku “Untukmu Wahai Pejuang Ilmu” oleh Arum Faiza

 

Arum Faiza dan Peserta

 

Arum Faiza, Panitia, dan Peserta

 

Binti Mu’alifatul (Kepala Perpustakaan PPNS) dan Arum Faiza

Leave a Comment